About

About – Meskipun Jacques kehilangan ayahnya, Gilles yang secara tragis terbunuh pada tahun 1982 di kemudi mobil Formula One-nya. Jacques tetap bertekad untuk mengejar karir yang sama dengan ayahnya yaitu menjadi pembalap profesional di motorsport.

Di usianya 15 yang masih sangat muda itu, Jacques sudah mendaftarkan dirinya ke sekolah pengemudi Jim Russell Racing di Quebec. Sekolah yang didaftarkannya sama dengan yang ditinggali oleh mendiang ayahnya, Gilles Villeneuve. Di bawah arahan pamannya Jacques Villeneuve Sr, pemuda asal Kanada itu mulai mempelajari keahliannya. Dari awal saja sudah jelas kelihatan bahwa bakat dan potensi yang dimilikinya akan membawanya sampai ke tingkat tertinggi balap kompetitif f1.

Pada tahun 1992, Jacques telah menghabiskan 3 tahun balapannya di Formula Tiga Italia, kemudian ia mengambil langkah yang berani untuk berpindah ke tim TOM untuk bertanding di kejuaraan Formula Tiga jepang. Jacques berhasil memenangkan 3 balapan dan menyelesaikan keseluruhan kedua di kejuaraan – untuk memastikan tahun debut yang mengesankan dalam seri ini.

Kemudian di tahun 1993, ia berpindah ke Amerika Serikat untuk mengikuti kontes kejuaraan Formula Atlantik dengan tim Forsythe-Green, dimana itu merupakan tahun debutnya disana. Pemuda berbakat asal Kanada ini berhasil mencapai urutan ke-3 di klasemen keseluruhan.

Pencapaian inilah yang membuatnya cukup untuk meloloskan diri ke Indy Car World Series, dan pada tahun 1994 dia turun ke grid bersama tim Forsythe-Green. Jacques pun menyelesaikan tahun keenamnya yang mengesankan di klasemen pembalap, seorang runner-up di Indianapolis 500 dan berhasil mendapatkan gelar Rookie of the Year.

Kembali lagi ke musim 1995, Jacques memenangkan kejuaraan Indy Car World Series bersama tim Green-nya dan berhasil meraih kemenangan yang mendebarkan di 79th running of the Indianapolis 500.

Formula One sudah hampir terlihat di depan mata dan Jacques memberanikan diri untuk menyebrangi kolam saat setelah mendaftarkan dirinya untuk menjadi pembalap dari tim Inggris Rothmans Williams Renault. Ia pun berhasil mengambil posisi terdepan di Grand prix perdananya. Jacques gagal untuk memenangkan lombat debutnya dan karena mengalami kebocoran minyak, hal itulah yang membuatnya menang. Akan tetapi ia memenangkan 4 balapan pada tahun itu dan menjadi runner-up di kejuaraan Driver.