Biography

BiographyPerjalanan hidup Jacques Villeneuve 1 tahun sebelum ia menuju kejayaannya di F1

Pada waktu itu Jacques, satu-satunya anak dari Joann Villeneuve yang baru berusia 13 tahun ini memiliki keinginan untuk melanjutkan tradisi keluarganya yang merupakan seorang pembalap. Joann saat itu sudah berjanji untuk mendapatkan nilai bagus dalam ujian matematikanya, dan jika ia sanggup melewati tantangan tersebut, maka ia diperbolehkan oleh istrinya untuk mengendarai kart.

Bahkan di usianya yang sangat muda itu, Villeneuve sudah dapat menyelesaikan tantangan tersebut. Ia mendaftarkan dirinya ke salah satu sekolah dan mendapatkan nilai bagus dalam ujian matematikanya. Oleh karena itu, istri dari Villeneuve tidak memiliki pilihan lain selain menepati janjinya tersebut.

Setelah berlalu beberapa tahun, tepatnya di September 1985. Joan yang telah menepati janjinya tersebut dan memperbolehkan Jacques untuk mengendarai kart 100cc disekitar arena kart di Imola. Seketika putri dari Melanie juga mengijinkannya untuk pergi. Pemilik kart tersebut, Luigi dan Massimo Buratti sangat terkesan setelah ia menunjukkan kehebatannya mengendarai mesin 100cc tersebut. Jacques yang semakin berkembang dan melanjutkannya ke versi 135cc saat sebelum ia diperbolehkan untuk mengikuti ajang Grand Prix dengan mobil Formula 4 di hari yang sama.

2 tahun kemudian majalah Italian Motorsport Autosprint melakukan interview pada Jacques dengan tema “Tradisi keluarga yang telah menjangkiti saya” – Saya telah terjangkit kontrak dengan tradisi keluarga saya, dikutip dari Jacques sendiri, menurut sejarah yang beredar.

Meskipun Jacques jelas memiliki kecanduan terhadap balapan, ibunya tidak menginginkan sekolahnya tergantung begitu saja. Akhirnya Villeneuve mudah melanjutkan pendidikannya di Universitas Beau Soleil International Alpine Switzerland. Di universitas inilah ia mendapatkan pengalaman bergairah lainnya dalam semasa hidupnya yaitu bermain ski sampai mengikuti balapannya.

Ayrton Senna yang terkenal itu pernah mengatakan bahwa “Jiwa Pembalap sudah melekat di darahku” hampir sama dengan yang dikatakan oleh Jacques. Paman Jacques adalah seorang pembalap F1 yang telah menjuarai 1980 dan 1981 Formula Atlantic Championships sebaik di tahun 1983 Can-Am ingin mengetahui apakah keponakannya dapat mewarisi bakat pembalap yang dimiliki oleh keluarga Villeneuve.