Duel Titan ! : Hamilton VS Vettel

duel titan

Duel Titan Grand Prix Austria 1 Juli 2018, memunculkan babak baru perseteruan pembalap berkelas, antara Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel dan pantas disebut sebagai Class of the Titans, karena keduanya adalah pemegang cincin juwara F1 dan merupakan pembalap terbaik dari generasi sekarang. Walaupun balapan di Austria sendiri dimenangkan oleh Max Verstappen tetapi dari sinilah poin Vettel melampaui hamilton dan memuncaki klasemen sementara F1 2018 ini.

Hamilton sendiri malahan tidak finish di balapan ini karena harus DNF pada lap ke 62 dan membawa Verstappen memenangi balapan kandang bagi Red Bull tersebut, maklum Brand Banteng Merah memang berasal dari negeri Austria. Sekaligus balapan ini membuktikan bahwa pembalap muda bisa memenangi seri GP ditengah hegemoni Hamilton dan Vettel. Yah Mercedes GP memang sudah terlalu lama mendominasi F1 tanpa ada team lain yang mampu menghadangnya, Ferrari yang digadang bisa merepotkan Mercedes kerap diganggu dengan keterbatasan mobilnya, tetapi untuk sisa kompetisi tahun ini bakal ketat, karena Hamilton sementara belum mampu menjauhi poin Vettel.

DI atas kertas Vettel bukanlah pembalap yang inferior dihadapan Hamilton, secara doi juga pemegang 4 cincin juwara F1 bersama Red Bull Racing, tetapi keterlambatan Ferrari dalam menyediakan paket kompetitif buat menyaingi mobil Mercedes masih menjadi kendala utama. Tanpa mobil yang secepat Mercedes sulit bagi siapa saja untuk menyaingi Hamilton yang didukung dengan paket sempurna. Dengan bertenggernya Vettel di puncak klasemen sementara dengan 146 poin dan Hamilton 145 poin, ini membuat kompetisi seperti di reset ulang, mereka akan berlomba dari nol lagi, dan ini pastinya seru.

Beberapa faktor yang menentukan hasil balapan

Faktor paket mobil

Untuk urusan paket mobil tidak ada mobil yang lebih sempurna dari Mercedes-AMG F1 W09 besutan Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas. Evolusi jet darat mereka ini sudah teruji lama dan memenangkan piala berulang kali dengan cara mendominasi.

Disisi Ferrari tahun ini mereka punya 2018 FS71H yang dikebut oleh Sebastian Vettel dan Kimi Raikonen, tahun ini disebut sebagai tahun paling menjanjikan setelah beberapa tahun belakangan dikangkangi oleh mobil Mercedes.

Dari sisi paket sepertinya sudah tidak terlalu jauh gap yang mereka hasilkan, kedua mobil bisa mengalahkan satu sama lain.

Faktor pembalap kedua

Pembalap kedua memainkan role penting dalam memenangkan balapan, karena pembalap kedua bisa memecah barisan mobil dibelakangnya dan memberi kesempatan bagi mobil utama untuk menciptakan gap. Kedua tim sama sama mengaku tidak menerapkan team order kepada 2nd Driver mereka, tetapi tentu ini hanya Lip Service saja karena bagaimanapun pembalap utama lah yang lebih berpotensi menyabet kemenangan.

Kimi Raikonen dari kubu Ferrari sementara memiliki poin yang lebih (101 Poin) dari Bottas (92 Poin), hasil yang diraih 2nd Driver kerap kali membantu pembalap utama memenangkan kejuaraan, dalam hal ini Bottas dianggap lebih muda dan konsisten, walaupun Raikonen sudah dianggap terlalu tua dan tidak kompetitif tetapi kontribusi nya buat team masih dirasa besar.

Faktor Strategy

Dalam F1 faktor strategi sangat penting dan mampu mempengaruhi jalannya balapan, team Mercedes yang dominan cenderung menggunakan strategi konservatif yaitu menyapu bersih babak Qualifikasi untuk menempati Pole kemudian memimpin lomba dari awal sampai akhir.

Team Ferrari yang sebagi penantang lebih sering menggunakan strategi yang berani atau agresif, mereka jarang menempati Pole oleh karena itu mereka menyerang setelah Pit 1 yang di design agak telat.

Dari beberapa faktor diatas Hamilton masih sedikit diunggulkan dari Vettel, tetapi balapan lah yang akan menentukan hasil akhir nanti.