Jacques Villenueve, Pembalap Formula 1 dengan Sisi Nyentrik dan Lembut

Jacques Villenueve, Pembalap Formula 1 dengan Sisi Nyentrik dan Lembut. Gelar juara dunia Formula 1 tahun 1997 yang disandang oleh Jacques Villanueve tentu sudah melekat pada pembalap asal Kanada ini. Siapapun penggemar Formula 1 tentu mengetahuinya dan mengakui kehebatan Jacques di dalam mobil balap.

Namun, apakah banyak juga yang tahu bahwa Jacques adalah sosok pembalap yang nyentrik? Ia bukan hanya seorang juara di dalam mobil saja. Jacques juga merupakan seorang pembalap yang berani di luar sirkuit. Ia adalah sosok yang berpendirian keras dan blak-blakan. Ia tak takut untuk menentang konvensi dan otoritas jika menurutnya perlu.

Ia juga berani menyebut bahwa rekan-rekannya yang berperilaku baik sebagai “robot perusahaan”. Dari sikap pemberontaknya itu, Jacques beberapa kali mendapat peringatan dari FIA (Federation International Automobile). FIA adalah badan tertinggi yang menaungi Formula 1.

Federation International Automobile

Meski sudah pensiun, namun Jacques seringkali muncul di berbagai pemberitaan untuk memberikan komentarnya, baik tentang pertandingan maupun pembalap Formula 1. Ia hadir sebagai seorang legenda untuk meberikan pandangan tentang berbagai hal di dalam dunia Formula 1.

Misalnya saat Ia mengomentari Toro Rosso, salah satu tim Formula 1 tentang keputusannya menggunakan mesin Honda. Ia memandang bahwa keputusan tersebut salah dan dapat menimbulkan kerugian bagi Toro Rosso. Ia mengimbau agar tim tersebut berhati-hati, hingga menggambarkan kebangkrutan.

Komentar lainnya Ia berikan untuk insiden yang dialami oleh Sergio Perez. Jacques mengecam bahwa manuver yang dilakukan oleh Perez adalah tidak masuk akal. Hinga akhirnya berbuntut senggolan dengan rekan setimnya, Esteban Ocon, pada GP Belgia. Jacques mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Perez merupakan hal yang kotor dan pantas dijatuhi hukuman.

Pada komentar tentang insiden Peres inipun, Jacques melayangkan kritik pada FIA. Ia mengatakan bahwa keputusan FIA yang tidak menjatuhkan hukuman pada Perez merupakan hal yang memalukan, padahal badan tertinggi yang menaungi Formula 1 ini tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan keselamatan. Serta banyak lagi komentar-komentar yang cukup pedas dari Jacques. Pensiunnya Jacques dari Formula 1 tidak menghentikan kontribusinya dalam dunia yang membesarkan namanya itu. Ia tetap menjadi sosok nyentrik yang tak takut mengkritik.

Sisi nyentrik lainnya dari seorang Jacques datang dari kenyataan lain. Bukan tentang keberaniannya mengkritik dan melayangkan komentar pedas. Justru hal yang satu ini dekat dengan sisi lembutnya. Jacques menjadi pembalap satu-satunya yang mengeluarkan album musik. Setidaknya gelar satu-satunya masih bertahan hingga saat ini.

Jacques Villenueve, Pembalap Formula 1 dengan Sisi Nyentrik dan Lembut

Jacques mengeluarkan album pada tahun 2007, artinya satu tahun selepas Ia menyatakan diri pensiun dari dunia Formula 1. Nampaknya, Ia merupakan sosok yang tidak mau berdiam diri. Jika tidak disibukkan dengan kegiatan balapan, maka Ia akan sibuk di bidang lainnya. Seperti itu kira-kira hal tersirat yang Ia sampaikan dengan mengeluarkan album musik. Judul-judul lagunya pun terbilang romantis seperti “Woman Come Woman Go”, “Privat Paradise”, “The Ones”, “You Are”, dan beberapa lainnya.

Diantara lagu-lagu tersebut, ada pula lagu berjudul “Father”. Dalam lagu tersebut Jacques menceritakan tentang ayahnya, menyampaikan kerinduannya dengan lirik “Father, I miss you so. Father, why d’you have to go. So far away where I can’t go. Somewhere, some place, but where, Idon’t know”. Ayahnya juga merupakan seorang legenda Formula 1 yaitu Gilles Villenueve. Ayahnya meninggal pada usia yang cukup muda yaitu 32 tahun dalam kecelakaan saat kualifikasi.

Dalam albumnya, khususnya lagu Father, Jacques menunjukkan bahwa selain nyentrik dengan keberaniannya, Ia juga punya sisi lembut. Walaupun memang suaranya mungkin tak semerdu penyanyi profesional kebanyakan. Namun, untuk ukuran seorang pembalap yang membuat album musik, suara santainya cukup enak untuk didengar.

 

BACA JUGA: Legenda dari Formula 1 Tahun 1997,Jacques Villenueve

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *